Review Saihate no Paladin: Terlalu Cepat

Saihate no Paladin adalah anime isekai yang cukup unik. Dari episode pertamanya, kita akan langsung disuguhkan dengan beragam pertanyaan. Mulai dari bagaimana Will si tokoh utama bisa tiba-tiba berada di dunia isekai? Bagaimana kehidupan Will di dunia lamanya? Hingga siapa sebenarnya tiga undead yang merawatnya? Sebentar, pertanyaan barusan justru akan menjadi akar dari pertanyaan berikutnya, apakah tampang menyeramkan mereka hanya sebatas penampilan belaka? Rasanya seperti mereka sengaja ingin menggugah rasa penasaran kita, lagi dan lagi. 

Review Saihate no Paladin

Sebenarnya Saihate no Paladin masih memiliki lebih banyak pertanyaan, tapi untuk sekarang, kesampingkan dulu hal itu. Studio yang menaungi Saihate no Paladin adalah studio yang sama dengan yang membawahi Citrus. Anime yuri yang bagi beberapa orang masih terdengar tabu. Rasa khawatir akan bagaimana nasib anime ini nanti di tangan mereka tentu saja merupakan hal yang wajar. Sejarah yang mereka buat sama halnya dengan portofolio yang kalian gunakan untuk menarik client. Bedanya, kali ini kita adalah client tersebut.

Adalah hak kalian untuk memberikan Children's Playground Entertainment kesempatan atau tidak, tapi biar kuberitahu sedikit, Saihate no Paladin sebenarnya sangat di luar dugaan. 

Formula Isekai yang Berbeda

Review Saihate no Paladin

Tidak dijelaskan secara pasti siapa sebenarnya karakter utama di kehidupan masa lalunya. Dia memang pasaran jika kita mengartikannya sebagai seseorang yang tidak puas dengan kehidupan lamanya. Will adalah salah satunya. Aku tidak akan memprotes cara ini. Isekai sendiri memang pada dasarnya ada sebagai sebuah pelarian. Memberi kesan misteri seperti itu sebenarnya bukan hal buruk. Jika memang tidak memiliki ide yang terlintas, gunakanlah cara ini. Aku malah lebih tidak suka jika alasan kematiannya adalah karena tertabrak truk. 

Manusia pada umumnya akan diasuh oleh manusia juga. Saihate no Paladin justru mengambil 3 orang undead sebagai pengasuh Will. Tampang mereka yang menyeramkan untungnya segera terobati berkat voice acting yang memanjakan telinga. Will bahkan dua kali memuji Mary karena baunya yang harum. Untuk yang ini, kita hanya akan dibuat penasaran tanpa pernah tahu benar atau tidaknya. 

Ada 2 faktor penting yang biasanya menjadi penentu kuat atau tidaknya seseorang di dunia isekai, sihir dan fisik. Saihate no Paladin menawarkan keduanya pada Will, bahkan menambah satu hal lagi yaitu berkah. Tiga hal inilah yang akan merepresentasikan ketiga pengasuhnya. 

Jangan Menilai Dari Penampilan

Review Saihate no Paladin

Keuntungan sebuah serial animasi adalah sesuatu yang seharusnya seram menjadi terlihat biasa saja. Walaupun hal itu malah menjadi kekurangan di genre horor, tapi bicarakan hal itu lain kali. Mary adalah seorang mumi, Blood adalah tengkorak, Gus adalah hantu. Sejak bayi hingga berumur 15 tahun, merekelah yang membesarkan dan mendidik Will. Maka menjadi hal yang wajar bila Will menganggap mereka sebagai keluarganya, terlebih kepada Blood dan Mary yang sudah seperti orang tua angkat, sementara Gus lebih mengarah pada figur seorang kakek. 

Hubungan yang mereka berempat miliki tampak sangat harmonis di mana di sana banyak terdapat tawa dan senyuman. Mereka bertiga sebenarnya sudah kenal satu sama lain jauh sebelum Will lahir. Lahirnya Will justru membuat hubungan mereka semakin erat. 

Review Saihate no Paladin

Gus adalah hantu tua yang mengajari Will tentang pelajaran akademis dan sihir. Blood mengajarinya bagaimana bertarung menggunakan senjata. Sementara Mary yang dia anggap paling berjasa mengajarinya tentang berkah dan nilai kebaikan. Mereka bertiga bukan orang sembarangan, apa yang mereka berikan padanya selama belasan tahun adalah sesuatu yang berharga. 

Sebelum Will berumur 15 tahun, di mana dia baru bisa dianggap dewasa, fokus cerita terus mengarah pada hubungan mereka semua. Tampaknya Saihate no Paladin dalam beberapa episode yang singkat ini, ingin kita berempati pada karakter-karakter buatannya, terutama yang berhubungan erat dengan Will. Dan kurasa itu berhasil. Terlebih setelah mengetahui apa yang mereka lakukan setelahnya. 

Tidak Ada Paksaan

Review Saihate no Paladin

Saihate no Paladin memiliki konsep penyembahan terhadap dewa. Ketika beranjak pada usia dewasa, semua orang setidaknya nemilih satu dewa. Doa dan sesembahan yang mereka berikan tidak serta-merta memberikan balasan surga, itu juga bisa berupa makanan hingga kekuatan. 

Jadi jika ingin menjadi lebih kuat, maka berdoalah. Ada beragam dewa seperti Dewa Angin dan Perubahan, Whirl, yang dipercaya oleh Gus. Dewa Api dan Teknologi, Blaze, yang dipercaya oleh Blood. Dewi Kesuburan, Mater, yang dipercaya oleh Mary. Sebenarnya masih ada lagi. Mereka bertiga tidak pernah memaksakan kehendaknya pada kebebasan memilih Will. 

Kepercayaan adalah sesuatu yang sakral. Sesuatu yang dipercaya dan diamini dari dalam hati. Mereka bertiga sepertinya memahami hal itu dengan baik. 

Penuh Tangisan

Review Saihate no Paladin

Semuanya tampak berjalan baik-baik saja. Baik Will maupun kita berpikir begitu. Namun, sesuatu yang baik-baik saja sama artinya dengan tidak ada konflik. Cerita tidak akan bergerak jika hal itu terus dipertahankan. Misteri kecil yang dulunya menghantui Will perlahan mulai terungkap, masalah demi masalah perlahan mulai muncul. Hingga akhirnya munculah masalah utama, yang membuat euforia yang selama ini dibangun Will hancur berkeping-keping. 

Sepeti sebuah roller coaster yang berada di puncaknya, itulah momen ketika semua tertawa riang, lalu semuanya jatuh dengan kecepatan tinggi, itulah saat Will menumpahkan semua air matanya. Sesuatu yang dihancurkan saat berada di atas akan mengakibatkan rasa sakit yang lebih pedih. Hampir semua orang kurasa memahaminya. Ketika Saihate no Paladin menerapkan konsep tersebut pada Will, kita menjadi lebih mudah berempati padanya. 

Review Saihate no Paladin

Sebelumnya aku sudah bilang bahwa Will tidak puas pada kehidupan sebelumnya. Alasannya sederhana, tapi mudah dimaklumi, dia merasa kalau dia telah mengecewakan orang tuanya. Terlebih saat hal itu tidak akan bisa berubah. Di dunia barunya, Will yang sudah menganggap mereka bertiga sebagai keluarganya, ingin membahagiakan mereka. Setidaknya itulah yang Will bisa lakukan ketika orang tua kandungnya telah wafat. 

Penebusan dosa adalah salah satu hal yang paling menyulitkan dalam hidup manusia. Semua yang seseorang lakukan, akan selalu dihantui rasa bersalah dan ketakutan. Bagaimana jika aku gagal lagi? Barangkali pertanyaan itulah yang paling banyak muncul di kepala Will. Saat pertanyaan itu hampir menjadi realita, siapa pun pasti akan hancur. Will tidak terkecuali. 

Mengalahkan Penguasa

Review Saihate no Paladin

Will membuktikan bahwa dirinya sangatlah kuat ketika dia bisa mengalahkan salah satu penguasa di dunia Saihate no Paladin. Aku tidak perlu menyebutkan mahkluk apa atau siapa sebenarnya dia. Satu hal yang pasti, dia sangat kuat. Dengan mengalahkannya, batas garis yang ditetapkan agar bisa disebut dengan tantangan menjadi jauh lebih tinggi. 

Aku sendiri cukup ragu jika menyebutnya sebagai sesuatu yang baik. Karena tidak mungkin juga jika Will harus mengalahkan musuh yang sama kuatnya secara bergiliran. Pasti akan ada lebih banyak musuh yang jauh lebih lemah demi mengatur tempo cerita, yang mana berarti tidak akan memberi dampak apa pun padanya. 

Deus Ex Machina

Review Saihate no Paladin

Sebelumnya aku sempat bilang jika Will telah mengalahkan sesosok penguasa yang sangat kuat. Sebenarnya itu tidak semua. Ada sesosok dewi yang memberinya bantuan tepat di saat Will kehilangan harapan. Dengan hasil latihannya selama 15 tahun dan bantuan tersebut, Will mampu mengalahkan entitas yang merajai seluruh undead. Bayangkan, apakah itu masuk akal? 

Aku tahu cerita fiksi dibuat sesuai kemauan penulisnya dan logika yang berlaku memang sedikit samar. Namun, apa yang terjadi di sini adalah sebuah pemaksaan. Rasanya seperti melihat Naruto kecil harus berhadapan dengan Pain, entah dari mana asal-usulnya tiba-tiba saja Naruto mendapat power up dan mampu mengalahkannya. Apakah itu masuk akal? Apa yang terjadi dalam Saihate no Paladin mirip seperti itu. Belum waktunya Will mengalahkannya. Sama seperti Naruto kecil yang masih harus lebih banyak berlatih dan membuat semuanya masuk akal, sebelum bisa mengalahkan Pain. 

Alasan yang Kuat

Review Saihate no Paladin

Ada dilema tersendiri ketika melihat Will mengalahkan sosok di atas. Tidak masuk akal dan terlihat terburu-buru adalah apa yang tidak kusuka darinya. Di saat yang sama, Will mau tidak mau memang harus mengalahkannya. Karena suatu cerita di masa lalu jauh sebelum Will lahir, semua keluarganya terhubung dengan mahkluk tersebut. 

Will yang selama ini merasa menjadi beban keluarga akhirnya mendapatkan satu momen, di mana dia bisa membuktikan bahwa dia layak diperhitungkan. Penebusan yang selama ini dederitanya akhirnya menuaikan hasil. Terlebih ketika itu jugalah yang selama ini ingin keluarganya lakukan. Dia, di usia muda secara tidak langsung ikut menanggung beban keluarganya. 

Petualangan Baru

Review Saihate no Paladin

Kita tahu bahwa Will sudah menjadi sangat kuat, bahkan terlalu kuat. Ke depannya, siapa yang bisa mengalahkan dan memberinya status tantangan? Mungkin ada, tapi akan sangat jarang terjadi. 

Di episode 6, yang dia lakukan hanya menahan diri. Akan ada dua kemungkinan, Will pamer dan semua orang memujinya, atau Will terus menyembunyikan jati dirinya dan membuat kita gregetan hingga berpindah ke anime lain. 

Caranya menyelesaikan masalah di atas menurutku cukup baik. Dia tahu apa yang dia punya, dan dia memberikannya secara cuma-cuma. Terlebih jika itu bisa membuat dewa yang disembahnya menjadi semakin senang. 

Kesimpulan - 7/10

Review Saihate no Paladin

Saihate no Paladin di awal-awal episodenya tampil dengan sangat baik. Hubungan kekeluargaan yang damai dan bagaimana Will merasa semuanya telah hancur, rasanya berhasil mengaduk emosi orang yang menontonnya. 

Keberhasilannya justru menjadi dilema tersendiri yang nantinya mungkin akan membawa masalah pada alur cerita. Kemampuannya yang terlalu kuat secara tidak langsung meniadakan tantangan. Mungkin jika suatu saat Will mengahadapi rintangan yang tidak bisa diselesaikan jika hanya bermodal kekuatan, barulah anime ini akan bersinar kembali. 

0 Komentar