Review Ousama Ranking: Kelebihan Dalam Kekurangan

Ousama Ranking barangkali bukanlah anime yang dielu-elukan oleh banyak orang jika hanya melihatnya dari bentukan cover. Banyak orang berkata, "Jangan melihat sesuatu dari sampulnya." Masalahnya, hal itu tidak sepenuhnya benar, apalagi dalam dunia perfilman. 
Review Ousama Ranking
Review Ousama Ranking
Kalian pasti sering melihat sampul anime atau film di mana karakter utamanya memakan setidaknya 60% halaman sampul, terlebih jika punya desain atau nama yang memikat. Hal itu terus-terusan dilakukan sebenarnya bukan tanpa alasan. Dalam cerita fiksi, ada seorang tokoh yang disebut MC, dari dialah kita akan mengikuti alur cerita. Maka sebelum cerita itu sendiri dimulai dan dinilai, apa yang kita tahu adalah bagaimana desain atau siapa yang menggerakkan cerita. 

Sekarang lihatlah cover yang digunakan Ousama Ranking. Apakah menurutmu menarik? Bagiku sama sekali tidak. Seorang anak kecil bermodal sempak menjadi tokoh utama? Apa mereka sedang bercanda? Setidaknya itulah yang kupikirkan sebelum menontonnya. Bagus atau tidaknya mari kita bahas bersama. 

Peringkat Raja

Sekalipun, aku tidak pernah memikirkan ide seperti ini. Peringkat untuk para Raja? Jika menilai mana negara atau kerajaan terhebat, tentu saja aku familiar dengan hal itu. Ada banyak tolak ukur seperti kekuatan militer, ekonomi, wilayah, dan sebagainya. Beragam hal tersebut jika digabungkan, maka jadilah tolak ukur kerajaan terkuat. 

Kerajaan terkuat itu maklum jika dirangking, kenapa? Karena jika kita menyebutnya kerajaan, maka semua elemen manusia yang ada di dalamnya seperti Raja, menteri, prajurit, petani, guru, dan lain-lain, terasa seperti ikut andil dalam pemeringkatan kerajaan tersebut. Baiknya kekuatan militer dan ekonomi kerajaan, selain berkat perintah Rajanya tentu saja, juga berkat para manusia yang bekerja dibaliknya. 

Masih belum paham? Contohlah sebuah kelas dengan rata-rata nilai tertinggi di satu sekolah, mana yang menurut kalian lebih adil, menyebutnya sebagai guru terpintar atau kelas terpintar? Jika menyebutnya sebagai guru terpintar, rasanya seolah yang berperan besar di dalamnya hanya guru tersebut, tapi jika menyebutnya sebagai kelas terpintar, bagiku itu lebih adil karena menyamaratakan semua yang ada di dalamnya. 

Mirip halnya dengan Indonesia yang berada di situ-situ saja padahal sudah berkali-kali ganti Presiden. Jika pejabat atau rakyatnya sendiri tetap di situ-situ saja, bagaimana caranya Indonesia bisa berubah? 

Aku hanya kurang setuju dengan ide yang diterapkan Ousama Ranking, tapi terlepas dari itu, aku tetap menontonnya, dan sejujurnya aku tidak menyesal. Ada beragam hal yang membuatku berpikir bahwa Bojji memang bukan sembarang Raja. 

Kemalangan Tanpa Henti

Aku sudah berkali-kali menyebutkannya, MC butuh suatu konflik yang memberinya tantangan berarti. Semakin hebat tokoh utama, maka semakin tinggi pula tolak ukur tantangan tersebut, dan hal ini biasanya sering kali gagal. Kebanyakan anime justru memilih jalan, MC kuat = konflik selesai dengan mudah. 

Ousama Ranking justru menjadikan bocil dengan sempak yang ada di-cover sebagai seorang yang tidak bisa bicara. Coba ingat, berapa kali memangny kalian menemukan MC seperti ini? Tidak ada? Memang terdengar nekat, tapi itulah realitanya. Sayang sekali dia tidak bisa menceramahi musuhnya dengan bacot no jutsu

Bukan hanya bagi warga biasa, Bojji yang seorang pangeran pun kerap kali mendapatkan cemohan. Banyak sekali yang menganggapnya tidak layak untuk menjadi raja berikutnya. Itu artinya dia memiliki dua konflik utama: menjadi raja, kemudian menjadi raja terhebat. 

Karena kekurangannya tersebutlah aku menjadi lebih penasaran dan bersimpati padanya. Seakan aku ingin berada di sana dan mendukungnya langsung dan berkata, "Buktikan kalau mereka salah!"

Teman Bayangan

Kebaikan seseorang bisa dilihat pada bagaimana caranya memperlakukan makhluk lain. Kage si bayangan hadir untuk mengambil peran penting tersebut. Dia adalah seseorang yang entah mengapa bisa mengerti Bojji. Apa pun yang dia lakukan, meskipun jahat, Bojji selalu menilainya dari kacamata kebaikan. 

Kage bukanlah bayangan yang baik, pada awalnya. Dengan tipu dayanya, Bojji yang polos dan baik hati pun terus-terusan diperasnya. 

Aku tidak bisa sepenuhnya menyalahkan Kage, apa yang dia lakukan pada dasarnya juga berkat perlakuan kejam yang selama ini dia terima. Aku tidak bermaksud membela kejahatan, tapi ingatkah kalian bahwa anak kecil berlaku sebagaimana dunia memperlakukannya, dan Kage sendiri juga sebenarnya hanyalah seorang anak. 

Rumah yang Membingungkan

Di atas aku sempat menyinggung bahwa meskipun Bojji adalah seorang pangeran, banyak warga tetap menghujatnya. Apa yang menjadi masalah utama adalah orang-orang dekatnya di Kerajaan juga cenderung membingungkan. Maksudku adalah aku tidak bisa menebak siapa yang baik dan siapa yang jahat di antara mereka. 

Inilah nilai tambah yang dimiliki Ousama Ranking. Keberadaan misteri pada siapa saja yang nantinya akan diam-diam menjatuhkan atau malah membantu Bojji. Menebaknya adalah suatu keseruan tersendiri. 

Apa yang ditampilkan pada Bojji dan kita sebagai penonton barangkali hanyalah tipu daya, atau bisa jadi memang seperti itulah keadannya. 

Aku tidak akan membocorkan siapa saja orang-orang tersebut, entah yang sejauh ini tampak baik, atau telah berkhianat. Aku tidak sejahat itu untuk merusak pengalaman menonton kalian. 

Adanya Unsur Fantasi

Apakah di dunia nyata bayangan yang bergerak dengan sendirinya itu ada? Tentu saja tidak. Kage sendiri juga termasuk unsur fantasi itu. Dalam Ousama Ranking, hal-hal tersebut sepertinya akan muncul lebih banyak lagi. 

Di beberapa episode awal, hal-hal seperti itu kebanyakan hanya berupa mahkluk hidup. Kage adalah contoh pertama, lalu ada lagi ular raksasa yang melebihi manusia dan sama-sama-sama bisa bicara. 

Sesuatu seperti ini sebenarnya tidak buruk, tapi juga tidak sepenuhnya baik. Ada satu karakter penting di kerajaan yang memiliki kekuatan untuk memanggil puluhan ular hijau. Yang awalnya berkutat pada mahkluk hidup, kini muncul seseorang yang bisa memanggilnya. 

Masalah mungkin muncul jika suatu saat Bojji juga mendapatkan kekuatan serupa. Aku yang awalnya bersimpati padanya berkat kebaikan hatinya yang  bisa menyelesaikan beragam konflik, tiba-tiba saja merasa ada yang berubah karena Bojji malah memilih kekuatan sebagai cara menyelesaikan konflik. Kurasa aku bisa memakluminya jika dia hanya menggunakannya di saat tertentu. 

Konflik Batin

Pengkhianatan muncul biasanya karena dua keadaan, dia menang jahat dan berniat berkhianat sejak awal, atau dia awalnya baik tapi karena suatu godaan dia beralih haluan menjadi jahat. 

Ada satu karakter yang tidak bisa kusebutkan namanya karena berpotensi spoiler, tapi bagiku perkembangan karakternya melalui pengkhianatan adalah satu cara yang baik. Ada konflik yang jelas antara kepedulian dan kepercayaan. Di satu sisi dia betul peduli pada Bojji, dan di satu sisi dia hanyalah manusia tak sempurna dan cenderung realistis. 

Banyak yang menyukai Bojji, tapi banyak juga yang tidak percaya padanya. Terlebih jika berbicara tentangnya yang merupakan pangeran pertama. Bojji tidak bisa bicara, dan jauh lebih lemah jika dibandingkan pangeran kedua. 

Masa depan kerajaan ada di tangan mereka. Secara realistis, tentu saja pangeran kedua jauh lebih layak. Itulah mengapa aku bisa memahami pengkhianatannya, dia tidak serta-merta melakukannya karena termakan hawa nafsu, dia juga peduli pada kerajaan. 

Hal-hal gelap seperti itu mungkin akan lebih banyak kita saksikan seiring berjalannya cerita. Bagaimana pun, sejak awal Bojji berada di posisi yang berat untuk menjadi seorang Raja. 

Warna yang Unik

Ada satu hal yang sempat mengganjal mataku di beberapa menit awal aku menonton Ousama Ranking. Itu adalah grafik dengan pewarnaan yang terasa jadul. Banyak warna-warni cerah yang menghiasi layar, tapi tetap saja ada kesan aneh tersendiri ketika melihatnya. Terlebih ketika Takt Op. Destiny rilis di musim yang sama. 

Untungnya hal itu hanya menjadi masalah di episode pertama. Aku mulai terbiasa dengan grafiknya dan bisa menikmatinya seperti sebagaimana mestinya. Itulah mengapa aku tidak menyebutnya jelek, tapi unik. 

Emosional

Apa yang paling penting dalam Ousama Ranking mungkin adalah bagaimana Bojji mengambil tindakan. Dia yang tidak bisa melakukan banyak hal, cenderung memilih kepolosan dan kebaikannya untuk menyelesaikan sesuatu. 

Sama sepertiku, banyak karakter dalam cerita yang tetap bersimpati dan percaya bahwa dia layak menjadi Raja. Bojji mungkin akan menunjukkan pada seisi kerajaan bahwa ada satu hal unik yang mungkin hanya dimiliki olehnya, dan dengan hal itulah dia layak menjadi Raja, sekaligus Raja terbaik. 

Sesuatu yang berbeda jika melihat anime-anime lain seperti Ansatsu Kizoku yang menyelesaikan sesuatu dengan kekuatan dan kepintaran. Angin segar ini bagiku adalah sesuatu yang layak disambut. 

Ngomong-ngomong, orang-orang selama ini terus menghinanya karena mengira bahwa Bojji tidak bisa mendengar dan melawan balik, tapi masalahnya, apakah itu benar? Bagaimana kalau selama ini dia bisa mendengar? Kira-kira sebesar apa rasa sakit yang harus diterima anak seusianya ketika dia mendengar itu semua? 

Kesimpulan - 5/5

Karakter utama adalah salah satu elemen paling penting dalam karya fiksi, dan meskipun impian Bojji belum berhasil, menantikan keberhasilannya itu sendiri bagiku sudah cukup untuk menyebutnya sebagai MC yang layak. 

Bojji yang memiliki banyak kekurangan justru menjadikan hal tersebut sebagai cara untuk mendorong Ousama Ranking ke tingkatan yang berbeda. Berkatnya, anime ini menjadi lebih unik dan sulit ditiru. Ada banyak hal baik muncul akibat Bojji menjadi karakter utama. 

0 Komentar