Review Komi-san wa, Comyushou desu: Marry Sue Tak Sempurna

Komi Can't Communicate adalah anime yang mengingatkanku dengan Kaguya-sama: Love is War. Bagi kalian yang udah pernah nonton Kaguya, mungkin kalian puas dengan anime itu, setidaknya itulah yang kurasakan. Pertanyaannya sekarang, apakah Komi yang tidak bisa bicara ini bisa tampil sebaik Kaguya si wakil ketua osis? 

Review Komi Can't Communicate
Review Komi Can't Communicate
 
Merujuk pada myanimelist, Komi-san adalah anime terpopuler pada musim ini (musim gugur 2021). Bahkan Mushoku Tensei yang sempat lebih dahulu mengudara pada tahun 2020 pun harus tunduk pada Komi-san. Perlu diingat juga, Mushoku Tensei adalah salah satu ujung tombak yang bisa menyelamatkan genre isekai yang notabenenya sudah mulai rusak akibat banyaknya pola yang begitu-begitu saja. Jika menebak hanya dengan popularitasnya semata, seharusnya Komi-san memang layak dinanti. 

Karakter dan Cerita - 4/5

Kalian tahu siapa Marry Sue? Dia adalah nama sebutan bagi karakter yang kadar OP-nya nggak ngotak. Tidak memiliki cela, fisik sempurna, selalu mengundang rasa takjub sekaligus iri dan dengki, intinya apa pun yang dia lakukan bakal dianggap benar. Ya semacam karakter yang too good to be true. Nah, si Komi adalah karakter semacam ini.

Di episode pertama kita akan diperlihatkan betapa cantik dan bagaimana reaksi orang-orang ketika memandang Komi. Semua akan memuji, bahkan tidak sedikit yang menyembahnya. Yap, Komi adalah Marry Sue tingkat dewa. Kecantikannya sudah menembus alam surgawi. Sayangnya, tipikal karakter seperti ini justru malah cenderung dihindari penonton karena tidak bisa menyajikan konflik yang berarti. 

Review Komi Can't Communicate
Bagaimana cara kita terhubung dengan karakter tersebut adalah apa yang membuat karakter fiksi banyak digemari. Kita mah bisa apa kalau mesti relate sama kadar good looking semacam itu. Pasti mustahil, kan? Tapi jangan mundur dulu, Komi-san sebenarnya punya masalah serius di mana dia kesulitan berbicara dengan orang lain. Hal ini bahkan sudah terjadi sejak dia masih kecil. Ini memang sebuah masalah, tapi dalam karya fiksi, masalah justru menjadi sebuah nilai jual. Dan hal inilah yang menjadi tema utama yang ingin disampaikan oleh Komi-san kepada kita. Walaupun ujung-ujungnya orang pasti akan berkomentar, "Untung lu cantik, nggak bisa ngomong pun tetap banyak yang suka." Kalau sudah seperti itu, ya mau bagaimana lagi? 

Masalah kedua dimulai dari karakter utama kita, Tadano. Dari dialah kita akan menyelami senang dan susah yang dialami oleh Komi. Jika Komi adalah orang yang selalu menerima pujian, Tadano adalah sebaliknya, dia selalu menerima hujatan. 

Dengan beragam derita yang telah dia alami, untungnya Tadano bukanlah pendendam yang merasa bahwa orang lain harus sama susahnya dengan dia. Korban bully seperti Tadano adalah karakter yang pasti ada di setiap sekolah. Kita semua pasti pernah menemukannya, entah kita berperan sebagai penonton, pahlawan, pelaku, atau korban itu sendiri. Pasaran memang, tapi alasan kehadirannya adalah agar kita lebih mudah bersimpati dengan apa yang dia lakukan untuk Komi. Tomohito Oda selaku penulis cerita mungkin ingin kita berpikir bahwa bantuan yang diberikan Tadano bukan hanya semata-mata dilakukan karena Komi adalah primadona sekolah, tapi juga karena Tadano tahu bagaimana tidak enaknya memiliki masalah  komunikasi. 

Tiap episode berjalan dengan beberapa kisah yang berbeda. Semua kisah tersebut bermuara pada bagaimana upaya Tadano untuk membantu Komi mendapatkan teman sebanyak mungkin. Bagi orang seperti Tadano yang bahkan dia sendiri tidak memiliki teman, itu terlihat mustahil. Di sinilah letak ketidaksukaanku muncul, jika berada di posisi Tadano, apa kalian mau melakukan itu? Aku sih jelas tidak. Ini bukan cuma masalah baik dan jahat, tapi akal sehat. Ini sama saja seperti kamu meminta rekomendasi anime ke orang yang bahkan jarang menonton anime. Ketika di posisi Tadano, apa yang kupikirkan bukan cuma sebatas apakah aku mau atau tidak? Tapi apakah aku bisa atau tidak? Seharusnya jelas tidak bisa. 

Review Komi Can't Communicate
Seolah siap meng-counter argumen tersebut, hadirlah karakter Najimi yang memiliki sejuta pengalaman dalam dunia pertemanan. Jangan tanya berapa jumlah temannya jika kamu tidak ingin kaget dan berkata, "Itu mustahil!" Dialah yang nantinya akan membantu Tadano. Satu hal yang membuatnya menarik adalah Najimi cukup sulit ditebak. Walau sayangnya, hubungan Najimi dan Tadano di awal cerita ternyata sempat renggang atau tidak terlalu dekat, yang mana berarti sejak awal ada kemungkinan besar kalau Tadano tidak akan  bisa menepati janjinya untuk mencarikan Komi teman. 

Audio dan Visual - 5/5

Apakah Komi memang waifuable? Mungkin banyak yang menganggapnya demikian. Namun menurutku, apa yang menjadi daya tarik utama dari Komi adalah bagaimana caranya bersikap. Bagaimana ekspresi atau suara tergagap dan cegukannya yang justru membuatku suka pada karakternya. Elemen-elemen ini juga ditunjang dengan efek musik yang tidak kalah hebat. Ketika Komi mencoba mengucapkan sesuatu yang pada akhirnya pasti gagal, terkadang akan ada efek musik bertempo cepat dibarengi dengan huruf Jepang yang bertabur di seluruh layar. Hal-hal seperti inilah yang membuat Komi-san menjadi anime yang memiliki ciri khas, bahkan mungkin akan menjadi sesuatu yang memorable. 

Sekalipun Komi dipuja bak dewi karena kecantikannya, jika hanya menilainya dari segi tampilan, bagiku dia biasa-biasa saja. Tidak ada yang spesial dari Komi maupun karakter lainnya. Namun karena ini adalah anime comedy, desain bukan merujuk pada keindahan, tapi pada kelucuan. Mata beloknya memang unik dan mendorong kesan lucu, tapi tidak memiliki kesan 'wah'. 

Review Komi Can't Communicate

Pemilihan warna yang ditunjukkan di adegan pembuka terlihat sangat cantik. Hujan bunga sakura yang mengguyur kota dengan Komi yang berjalan di sana membuatku lumayan terpana. Namun, adegan seperti itu tidak akan banyak kita saksikan mengingat anime ini lebih banyak mengambil ruang kelas sebagai latar utamanya. 

Kesimpulan - 4,5/5

Komi-san memiliki ide cerita yang cenderung sulit diterima akal sehat mengingat siapa yang membantunya adalah Tadano. Namun, comedy memang kadang tidak membutuhkan hal itu untuk membuatnya lucu. Suatu pengecualian yang untungnya masih bisa diterima. 

Nilai jual utama dalam Komi-san terletak pada kualitas suara baik dari voice acting maupun musik yang mengiringinya. Itulah cara yang digunakan Komi-san untuk menghibur kita dengan kelucuannya. Bukan dengan dialog jenaka. Apa pun caranya, selama kita terhibur kurasa tidak ada masalah. 


0 Komentar